TRIBUTE TO IBU MARTHA TILAAR
IBU MARTHA, TERNYATA BEGITU BANYAK YANG IBU TINGGALKAN DALAM DIRI SAYA.
Dua Belas Tulisan untuk Mengenang Seorang Guru, Mentor, Inspirator, dan Sosok yang Pengaruhnya Jauh Lebih Besar daripada yang Pernah Saya Sadari.
Sebuah surat dari Kang Wendra
Ibu Martha, Ada yang Belum Sempat Saya Sampaikan.
Ibu Martha yang saya hormati,
Rasanya masih sulit menerima kenyataan bahwa Ibu telah berpulang.
Ada orang yang kepergiannya membuat kita kehilangan kehadiran.
Ada pula orang yang kepergiannya membuat kita berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan hidup sendiri, lalu menyadari betapa banyak hal yang pernah kita terima darinya.
Bagi saya, Ibu adalah keduanya.
Saya kehilangan sosok yang sangat saya hormati. Seorang guru, mentor, inspirator, sekaligus motivator yang perjalanan hidupnya telah memberi begitu banyak pelajaran.
Tetapi ada satu hal yang ternyata jauh lebih menggetarkan daripada rasa kehilangan itu sendiri.
Saya baru menyadari betapa banyak pengaruh Ibu yang selama ini ikut hidup dalam cara saya berpikir.
Awalnya saya hanya ingin menulis sebuah penghormatan.
Mengenang Ibu Martha Tilaar sebagai perempuan yang telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk membangun industri kecantikan Indonesia.
Saya ingin menulis tentang brand yang Ibu bangun. Tentang keberanian mengangkat kecantikan Nusantara. Tentang bagaimana budaya, pengetahuan, sains, pendidikan, dan bisnis dapat bertemu dalam satu perjalanan panjang.
Saya pikir, tulisan itu akan menjadi cara sederhana untuk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih.
Tetapi ketika mulai menulis, sesuatu yang tidak saya duga justru terjadi.
Satu ingatan membawa saya kepada ingatan lainnya.
Satu gagasan mengingatkan saya pada pengalaman yang pernah saya jalani.
Satu cerita tentang perjalanan Ibu membuat saya kembali memikirkan keputusan-keputusan yang pernah saya ambil dalam perjalanan profesional saya sendiri.
Lalu saya mulai bertanya kepada diri sendiri.
Mengapa cara berpikir ini terasa begitu dekat?
Mengapa pendekatan ini seperti sudah lama menjadi bagian dari cara saya melihat bisnis?
Mengapa ketika saya membangun sesuatu, ada begitu banyak nilai yang ternyata memiliki kesamaan dengan pelajaran yang pernah saya dapatkan dari perjalanan Ibu?
Dan perlahan saya mulai memahami sesuatu.
Mungkin selama ini saya membawa lebih banyak pelajaran dari Ibu daripada yang pernah saya sadari.
Bukan karena Ibu pernah memberikan sebuah buku panduan tentang bagaimana saya harus menjalani hidup.
Bukan karena Ibu meminta saya mengikuti jejak beliau.
Tetapi karena pengalaman bersama seseorang kadang bekerja dengan cara yang sangat sunyi.
Ia tidak selalu datang sebagai nasihat.
Tidak selalu hadir sebagai pelajaran yang diberi judul.
Kadang ia hanya berupa kesempatan untuk melihat bagaimana seseorang berpikir, bekerja, mengambil keputusan, dan memperjuangkan sesuatu yang diyakininya.
Lalu pengalaman itu tersimpan.
Bertahun-tahun.
Hingga suatu hari, ketika kita melihat kembali perjalanan sendiri, kita menemukan jejaknya di banyak tempat.
Ibu, ternyata saya menemukan cukup banyak jejak itu.
Dan terus terang, penemuan itulah yang membuat proses menulis penghormatan ini menjadi begitu personal bagi saya.
Ada Orang yang Mengajari Kita Sesuatu. Ada Orang yang Mengubah Cara Kita Melihat Sesuatu.
Saya masih mengingat kesempatan ketika mendapat tanggung jawab sebagai producer dan director serial televisi Martha Tilaar Marketing in Venus di Metro TV.
Pekerjaan itu mempertemukan saya dengan dunia pemikiran marketing Pak Hermawan Kartajaya dan perjalanan bisnis Ibu Martha.
Sebagai orang yang bekerja di dunia agency dan komunikasi, saya terbiasa menerjemahkan gagasan menjadi cerita.
Tetapi pengalaman tersebut memberikan kesempatan yang berbeda.
Saya dapat melihat hubungan antara gagasan strategis dan kenyataan membangun bisnis.
Antara memahami manusia dan mengembangkan brand.
Antara menyusun konsep dan mengambil keputusan.
Antara sebuah ide yang terdengar menarik dan pekerjaan panjang yang dibutuhkan agar ide tersebut benar-benar memiliki manfaat.
Saya tidak akan mengatakan bahwa seluruh pemahaman saya tentang bisnis berasal dari pengalaman itu.
Tentu tidak.
Saya belajar dari banyak orang, banyak pekerjaan, banyak kegagalan, dan banyak pengalaman lainnya.
Tetapi sekarang saya semakin menyadari bahwa pengalaman bersama Ibu memiliki tempat yang sangat khusus.
Ada sesuatu yang saya pelajari bukan hanya dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari perjalanan yang telah Ibu bangun.
Bahwa sebuah brand membutuhkan akar.
Bahwa bisnis membutuhkan pemahaman terhadap manusia.
Bahwa gagasan besar tidak cukup hanya dipresentasikan.
Bahwa pengetahuan harus menemukan jalan untuk menjadi sesuatu yang berguna.
Dan bahwa keberhasilan sebuah bisnis dapat memiliki makna yang lebih luas daripada angka penjualan.
Ketika sekarang saya bekerja dalam pengembangan brand, AI, dan sistem bisnis, saya sering kembali pada pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut.
Apa sebenarnya yang sedang kita bangun?
Mengapa sesuatu itu perlu dibangun?
Untuk siapa?
Dengan kemampuan apa?
Dan nilai apa yang ingin kita ciptakan?
Pertanyaan-pertanyaan itu lahir dari perjalanan pembelajaran saya sendiri. Tetapi pengalaman bersama Ibu menjadi salah satu bagian yang ikut memperkaya cara saya memikirkannya.
Ada guru yang meninggalkan pengetahuan. Ada guru yang meninggalkan cara berpikir. Dan ada guru yang tanpa disadari ikut memengaruhi cara muridnya membangun masa depan.
Saya merasa sangat beruntung pernah mendapatkan kesempatan belajar melalui perjalanan Ibu.
Ketika Saya Melihat Kembali Apa yang Sedang Saya Bangun
Ibu,
Ada satu bagian yang paling membuat saya terdiam ketika menulis rangkaian penghormatan ini.
Saya mulai melihat kembali perjalanan saya dalam membangun dan mengembangkan ekosistem bisnis.
Selama ini saya tertarik pada bagaimana berbagai kemampuan dapat saling terhubung.
Bagaimana brand tidak berdiri sendiri.
Bagaimana pengembangan produk membutuhkan ilmu pengetahuan.
Bagaimana bisnis membutuhkan sistem, manusia, dan kemampuan organisasi.
Bagaimana riset, pendidikan, teknologi, dan kolaborasi dapat saling memperkuat.
Bagaimana sebuah perusahaan dapat menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas.
Semua itu saya kembangkan melalui perjalanan, pemikiran, dan keputusan saya sendiri bersama banyak orang yang terlibat di dalamnya.
Tetapi ketika saya kembali mempelajari perjalanan Ibu, saya menemukan sebuah kemungkinan yang sebelumnya tidak terlalu saya pikirkan.
Sangat mungkin ketertarikan saya terhadap cara membangun ekosistem bisnis juga ikut dipengaruhi oleh pengalaman panjang bersentuhan dengan dunia yang Ibu bangun.
Karena dalam perjalanan Ibu, saya melihat bahwa sebuah bisnis kecantikan tidak harus berhenti pada aktivitas membuat dan menjual kosmetik.
Ada pendidikan.
Ada penelitian.
Ada pengembangan bahan alam.
Ada identitas budaya.
Ada upaya membangun kemampuan manusia.
Ada hubungan antara dunia usaha, pengetahuan, dan masyarakat.
Dan semuanya memberi pelajaran tentang bagaimana sebuah bisnis dapat menciptakan nilai melalui lebih dari satu jalan.
Saya tidak sedang mengatakan bahwa pendekatan kami sama.
Apalagi mengklaim bahwa saya telah membangun sesuatu sebesar yang Ibu bangun.
Perjalanan kami berbeda. Zaman kami berbeda. Tantangan kami pun berbeda.
Tetapi saya mulai menyadari bahwa cara memandang hubungan antarkemampuan dalam sebuah ekosistem mungkin merupakan salah satu pelajaran yang diam-diam saya bawa dari pengalaman mengenal perjalanan Ibu.
Seperti seseorang yang pernah menunjukkan sebuah pemandangan dari tempat yang tinggi.
Setelah itu, kita kembali berjalan melalui jalan kita sendiri.
Namun cara kita membaca arah, melihat hubungan antartempat, dan memahami luasnya kemungkinan tidak lagi persis sama.
Mungkin begitulah sebagian pengaruh Ibu bekerja dalam diri saya.
Tidak selalu terlihat.
Tidak selalu saya sadari.
Tetapi ketika saya menoleh ke belakang, jejaknya terasa ada.
Dan itu membuat saya semakin bersyukur.
Saya Semakin Memahami bahwa Legacy Bukan Hanya Tentang Apa yang Kita Tinggalkan
Dalam pekerjaan branding, saya sering membahas tentang kepercayaan, reputasi, brand equity, dan nilai yang dibangun sebuah perusahaan.
Kita bisa mempelajari produk.
Meneliti strategi marketing.
Menganalisis brand architecture.
Melihat bagaimana sebuah perusahaan mengembangkan positioning dan membangun hubungan dengan konsumennya.
Tetapi perjalanan Ibu membuat saya memikirkan satu dimensi lain.
Legacy bukan hanya tentang apa yang tetap dimiliki sebuah perusahaan. Legacy juga tentang apa yang terus hidup dalam pemikiran dan tindakan manusia.
Sebuah brand dapat meninggalkan sejarah.
Sebuah perusahaan dapat membangun institusi.
Sebuah produk dapat menjadi bagian dari ingatan banyak orang.
Namun seorang manusia juga dapat meninggalkan sesuatu yang tidak selalu tercatat dalam laporan tahunan.
Keberanian yang tumbuh pada orang lain.
Pengetahuan yang diteruskan.
Kesempatan yang membuka jalan bagi kehidupan seseorang.
Cara berpikir yang membantu orang lain mengambil keputusan.
Dan nilai yang terus dijalankan bahkan ketika orang yang pertama kali menginspirasinya sudah tidak lagi hadir.
Saya kira, inilah salah satu bentuk warisan yang paling indah.
Karena ia tidak selalu membutuhkan pengakuan.
Tidak selalu membutuhkan nama yang dicantumkan.
Bahkan orang yang meninggalkannya mungkin tidak pernah mengetahui seberapa jauh pengaruhnya akan berjalan.
Ada kebaikan yang selesai ketika diberikan. Ada pula kebaikan yang terus tumbuh karena orang yang menerimanya membagikannya kembali kepada orang lain.
Dan saya berharap, apa yang pernah saya pelajari dari Ibu juga dapat menemukan jalan seperti itu.
Bukan berhenti dalam ingatan saya.
Tetapi ikut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain melalui pekerjaan dan keputusan yang saya ambil.
Semoga Cita-Cita Ibu untuk Indonesia Terus Dilanjutkan
Ibu Martha,
Ada satu hal yang sangat saya harapkan dari perjalanan panjang yang telah Ibu tempuh.
Semoga cita-cita untuk melihat industri kosmetik Indonesia semakin maju, mandiri, dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri terus hidup.
Semoga Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang besar bagi produk kecantikan.
Tetapi juga semakin kuat sebagai tempat lahirnya pengetahuan, inovasi, bahan baku, teknologi, produk, dan brand yang memiliki daya saing.
Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa.
Kita memiliki tradisi pengetahuan yang panjang.
Kita memiliki peneliti, ilmuwan, formulator, pendidik, pengusaha, dan generasi muda dengan potensi yang sangat besar.
Semoga semua itu tidak berhenti sebagai kebanggaan yang hanya kita ucapkan.
Semoga kita semakin mampu mengembangkannya.
Mengolahnya dengan ilmu pengetahuan.
Menjaganya dengan tanggung jawab.
Menghubungkannya melalui kolaborasi.
Dan menjadikannya kemampuan nyata yang memperkuat industri serta memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Saya berharap semakin banyak orang yang meneruskan semangat tersebut.
Bukan karena merasa harus meniru seluruh perjalanan Ibu.
Tetapi karena memahami nilai dari perjuangan yang pernah Ibu lakukan.
Semoga semakin banyak anak muda yang berani menjadi peneliti.
Semakin banyak formulator yang mengembangkan pengetahuan dan bahan baku sendiri.
Semakin banyak pengusaha yang membangun brand dengan identitas dan substansi.
Semakin banyak institusi yang mempertemukan dunia pendidikan, penelitian, dan industri.
Dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang tidak hanya ingin tumbuh besar, tetapi juga ikut memperkuat kemampuan bangsanya.
Saya berharap cita-cita tersebut menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga oleh generasi berikutnya.
Termasuk oleh saya, oleh Anda yang membaca tulisan ini, dan oleh siapa pun yang merasa terpanggil untuk membangun sesuatu yang bermanfaat.
Karena perjuangan untuk membuat sebuah bangsa semakin mampu berdiri di atas kakinya sendiri tidak akan selesai dalam satu generasi.
Ia membutuhkan orang-orang yang bersedia meneruskannya.
Dengan ilmu yang lebih baik.
Dengan kemampuan yang terus berkembang.
Dengan cara yang relevan terhadap zamannya.
Dan dengan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dahulu membuka jalan.
Ibu, Semoga Setiap Kebaikan Itu Terus Mengalir
Ada satu hal yang ingin saya doakan dengan sepenuh hati.
Semoga setiap ilmu yang pernah Ibu bagikan terus memberi manfaat.
Semoga setiap orang yang pernah memperoleh kesempatan melalui perjalanan Ibu dapat menggunakan kesempatan itu untuk melakukan kebaikan berikutnya.
Semoga setiap pengetahuan yang pernah Ibu bantu kembangkan melahirkan pengetahuan baru.
Semoga setiap manusia yang pernah terinspirasi oleh perjuangan Ibu menemukan keberanian untuk membangun sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Dan semoga semua kebaikan yang terus mengalir dari perjalanan hidup Ibu menjadi amal jariah, dengan pahala yang tidak terputus.
Amin ya Rabbal 'alamin.
Saya membayangkan betapa indahnya apabila suatu hari ada seorang peneliti muda yang berhasil mengembangkan bahan aktif dari kekayaan alam Indonesia.
Ada seorang formulator yang menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
Ada seorang pengusaha yang membangun brand Indonesia dengan kemampuan dan identitasnya sendiri.
Ada seorang pendidik yang melahirkan generasi profesional baru.
Dan mungkin, sebagian dari mereka pernah terinspirasi oleh perjalanan Ibu.
Mungkin mereka tidak pernah bertemu Ibu.
Mungkin mereka hanya mengenal Ibu melalui cerita, buku, pengalaman orang lain, atau jejak karya yang ditinggalkan.
Tetapi mereka meneruskan sesuatu yang bernilai.
Bukankah itu salah satu bentuk warisan yang sangat indah?
Ketika sebuah perjalanan hidup tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus menjadi alasan bagi orang lain untuk melakukan kebaikan.
Terima Kasih, Ibu Martha. Dari Hati Saya.
Ibu,
Saya mulai menulis karena merasa kehilangan.
Tetapi ternyata, semakin banyak saya menulis, semakin banyak pula hal yang saya temukan untuk disyukuri.
Saya bersyukur pernah mendapat kesempatan bekerja dalam lingkungan profesional Ibu.
Saya bersyukur pernah belajar dari perjalanan Ibu.
Saya bersyukur pernah melihat bagaimana pemikiran marketing bertemu dengan pengalaman membangun bisnis yang nyata.
Dan saya bersyukur karena melalui proses menulis ini, saya menemukan kembali banyak pelajaran yang ternyata masih saya bawa dalam perjalanan saya sendiri.
Barangkali dulu saya belum sepenuhnya menyadari nilainya.
Barangkali ada banyak hal yang saya anggap sebagai pengalaman profesional biasa, padahal sesungguhnya telah memperkaya cara saya berpikir.
Sekarang, ketika Ibu telah berpulang, saya baru bisa melihatnya dari jarak yang berbeda.
Dan ada rasa terima kasih yang jauh lebih besar daripada yang mampu saya tuliskan.
Terima kasih telah menjadi salah satu sosok yang ikut membentuk cara saya melihat manusia, brand, bisnis, dan makna dari membangun sesuatu.
Terima kasih untuk inspirasi yang tidak selalu datang melalui kata-kata.
Terima kasih untuk pelajaran yang tidak selalu hadir sebagai nasihat.
Terima kasih untuk contoh perjalanan hidup yang membuat saya terus bertanya bagaimana sebuah gagasan dapat menjadi sesuatu yang berguna.
Dan terima kasih karena melalui kesempatan mengenal perjalanan Ibu, saya memperoleh lebih banyak daripada yang dahulu saya sadari.
Saya tidak tahu apakah Ibu pernah mengetahui seberapa berarti pengalaman tersebut bagi saya.
Tetapi saya ingin menyampaikannya sekarang.
Dengan segala hormat.
Dengan rasa kehilangan.
Dengan rasa syukur.
Dan dengan doa.
Selamat jalan, Ibu Martha.
Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan Ibu, menerima seluruh amal baik Ibu, melapangkan alam kubur Ibu, serta menempatkan Ibu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga ilmu yang bermanfaat, kesempatan yang pernah Ibu ciptakan, dan kebaikan yang terus tumbuh dari perjuangan Ibu menjadi pahala yang terus mengalir.
Dan semoga kami yang pernah memperoleh pelajaran dari perjalanan Ibu mampu menjaga serta meneruskan nilai-nilai baik tersebut melalui cara kami masing-masing.
Saya akan terus belajar, Ibu.
Terus berusaha memahami sebelum membangun.
Terus memperbaiki cara berpikir.
Dan terus berusaha agar apa yang saya kerjakan tidak hanya memiliki nilai bagi bisnis, tetapi juga memberi manfaat bagi manusia.
Terima kasih, Ibu Martha.
Hormat saya tidak berhenti pada apa yang Ibu capai. Rasa terima kasih saya juga tertuju pada apa yang tanpa Ibu sadari telah ikut tumbuh dalam diri saya.
Dengan penuh hormat, rasa kehilangan, dan doa,
Kang Wendra
Wendra Wilendra, M.MT.
THE UNDERLINE
“Saya menulis karena kehilangan seorang guru. Tetapi semakin banyak saya menulis, semakin saya menyadari bahwa beliau tidak sepenuhnya pergi dari perjalanan saya. Ada pemikiran, nilai, dan pelajaran yang masih hidup dalam cara saya membangun sesuatu.”
— Kang Wendra
Dua Belas Tulisan. Hanya Sebagian Kecil dari Begitu Banyak Pelajaran.
Kalau seluruh pelajaran dari perjalanan Ibu Martha Tilaar harus saya tuliskan, rasanya ratusan artikel pun belum tentu cukup.
Terlalu banyak hal yang bisa dipelajari.
Tentang keberanian membangun bisnis.
Tentang memahami manusia.
Tentang brand dan marketing.
Tentang identitas dan budaya.
Tentang ilmu pengetahuan dan inovasi.
Tentang pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan kemampuan manusia.
Tentang sumber daya alam Indonesia.
Tentang membangun sebuah ekosistem.
Dan tentang bagaimana sebuah perjalanan hidup dapat memberi pengaruh kepada begitu banyak orang.
Saya juga menyadari bahwa tidak semua pelajaran tersebut saya pahami dengan cara yang sama.
Ada yang saya pelajari melalui pekerjaan profesional.
Ada yang saya pahami dengan mengamati perjalanan bisnis beliau.
Ada yang baru menemukan maknanya ketika saya menghadapi persoalan dalam perjalanan saya sendiri.
Dan ada yang baru benar-benar saya sadari ketika mulai menulis rangkaian penghormatan ini.
Karena itu, dua belas tulisan berikut bukan upaya merangkum seluruh perjalanan Ibu Martha Tilaar.
Ini hanyalah sebagian kecil dari legacy yang pernah saya kenal, saya ingat, saya rasakan sendiri, dan saya yakini ikut memengaruhi cara saya berpikir.
Saya menuliskannya bukan sebagai biografi resmi.
Bukan pula sebagai orang yang merasa telah memahami seluruh perjalanan beliau.
Melainkan sebagai seseorang yang pernah mendapat kesempatan belajar, kemudian berusaha mengolah pengalaman tersebut menjadi pelajaran yang dapat dibagikan.
Ada tulisan yang lebih personal.
Ada yang membahas brand dan marketing.
Ada yang melihat hubungan antara bisnis, budaya, pengetahuan, dan inovasi.
Ada pula yang mencoba memahami bagaimana sebuah perjalanan dapat meninggalkan nilai bagi generasi berikutnya.
Saya berharap Anda membacanya bukan hanya untuk mengenang Ibu Martha.
Tetapi juga untuk menemukan sesuatu yang dapat dipelajari dan diteruskan.
Karena mungkin penghormatan terbaik kepada seseorang yang telah memberi begitu banyak pelajaran bukan hanya mengenang apa yang pernah beliau lakukan, melainkan menggunakan pelajaran tersebut untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
Jelajahi 12 Artikel Tribute
Dua belas perspektif tentang perjalanan, pemikiran, kontribusi, dan warisan Ibu Martha Tilaar.
1. https://kangwendra.com/inspiration/belajar-branding-dari-ibu-martha-tilaar-pelajaran-yang-tidak-saya-dapatkan-dari-ruang-kelas
2. https://kangwendra.com/brand/ketika-identitas-indonesia-menjadi-kekuatan-sebuah-brand
3. https://kangwendra.com/brand/ketika-klaim-produk-harus-bisa-dipertanggungjawabkan
4. https://kangwendra.com/brand/tidak-semua-yang-baru-layak-disebut-inovasi
5. https://kangwendra.com/inspiration/warisan-ibu-martha-tilaar-yang-membuat-saya-menulis-buku
6. https://kangwendra.com/brand-architecture/satu-perusahaan-banyak-brand-masing-masing-punya-cerita
7. https://kangwendra.com/brand/museum-martha-tilaar-mengapa-sejarah-perusahaan-penting-bagi-brand-dan-legacy
8. https://kangwendra.com/brand/martha-tilaar-dan-marketing-in-venus-pelajaran-yang-tidak-pernah-berhenti-di-balik-kamera
9. https://kangwendra.com/brand/membawa-kecantikan-indonesia-ke-panggung-dunia
10. https://kangwendra.com/inspiration/martha-tilaar-dan-sebuah-garasi-tempat-kecil-yang-memulai-perjalanan-besar
11. https://kangwendra.com/inspiration/orang-mengenal-ibu-martha-sebagai-pebisnis-kosmetik-ternyata-yang-beliau-bangun-adalah-legacy-untuk-indonesia
12. https://kangwendra.com/inspiration/produk-bisa-ditiru-tetapi-bisakah-warisannya
Terima kasih, Ibu Martha Tilaar.
Untuk ilmu. Untuk inspirasi. Untuk keteladanan. Untuk kesempatan belajar.
Dan untuk warisan yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi terus hidup melalui orang-orang yang pernah memperoleh manfaat dari perjalanan Ibu.
Rest In Peace bu ....
Kang Wendra

